post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}

Sabtu, 23 Desember 2017

Catatan Akhir 2017

Jakarta, 24 Desember 2017

Ada sesuatu yang perlu dan harus ditulis, hal ini semata-mata untuk menolak lupa.

Haiii. Lama tak jumpa, entah kenapa yaa, Desember itu ajaib, bisa menggugah seseorang dengan harapan-harapan baru dan membentuk keikhlasan untuk lepas masa lalu. Sampe-sampe gue baru bangun tidur langsung nyalain laptop dan mulai mengetik.

Sebelum berpijak di 2018, gue harus bikin laporan untuk bisa tau sudah sejauh apa perubahan diri ini selama 365 hari.

Dan, ya.. di April 2017 gue telah melewati ujian nasional terakhir serta melepas masa putih abu-abu dan 11 Agustus 2017 gue diterima jadi mahasiswi fakultas Teknik Grafika dan Penerbitan, program studi jurnalistik di Politeknik Negeri Jakarta (Poltek UI) setelah melewati proses yang cukup panjang. *pakejakun* *kibasrambut*

Allah baik. Gue bener-bener gak kepikiran buat masuk jurusan ini, kala itu gue ngotot banget buat masuk Sastra Indonesia UI atau jurusan Seni Musik, tapi entah, kenapa gue di jurusan jurnalistik, dan setelah gue jalanin beberapa bulan, Wow! Ini gak pernah kebayang sebelumnya..

Ternyata gue bisa cinta dan gue suka apa-apa aja yang ada di jurusan gue ini. Mata kuliah gue ini mengharuskan gue turun ke lapangan. Jadiii......yaa tugasnya jalan-jalan mulu, liputan sampe balik jam dua pagi atau ngeliput tiga tempat berbeda dalam satu hari dan menurut gue itu seru ehehehe.

Untuk sejauh ini mungkin gue menikmati dan gue sadar ada kemungkinan kesulitan-kesulitan yang menghadang di semester depan. Doakan saja aku yaa, gais, agar dapat menempuh studiku dengan baik. Aamiin.

Selain itu, Alhamdulillah gue megang amanah jadi ketua kelas untuk semester ini, dan juga gue keterima Himpunan Mahasiswa Jurusan (Divisi Seni dan Olahraga), dan baru semalam gue menjabat sebagai sekertaris di komunitas biola AVC depok.

Banyak yang pergi kemudian terganti, gue gak  pernah lepas dari slogan hidup gue untuk sejauh ini..

“What you give, what you get.”

Jadi sebisa gue selalu ngelakuin hal baik yg bisa gue lakuin dengan harapan semuanya nantinya akan kembali ke diri gue sendiri, tiga jabatan itu sangat-amat-penting-sekali menurut gue, tapi di saat ketiganya ada hal yang harus diurus dalam satu waktu.....hayolo gimana :(
yaa, balik ke masalah teknis gue aja itu sih yaa.

Skip, skip. Walaupun gak nulis di blog, tapi sampe sekarang gue gak berhenti nulis buku harian, yaa walau emang agak jarang tapi ada beberapa hari terbaik yang tertera di buku catatan gue.

2016 gue punya challenge buat baca 35 buku (di luar buku pelajaran) dalam satu tahun, tapi di 2017 ini gue gak ada challenge itu karena ini tahunnya dimana gue sibuk sama buku soal-soal SBMPTN, dan di 2018 ini gue mau adakan lagi challenge untuk baca 25 buku, dan buku pertama akan gue mulai dengan menyelesaikan membaca buku Greek Heroes karangan Percy Jackson, kado uang tahun dari teman sebangku tercintaku dulu, pemuja oppa-oppa, Luthfiyah Rifdah.

Ohya kadang gue suka nulis di kertas, hal apa aja yang gue mau dan target-target ke depannya, dan gak lupa gue kasih tanggal, trus setelah gue tulis gue simpen di box kecil dalem lemari gue, nanti kalau suatu saat gue buka dan gue baca lagi, entah kenapa itu bisa jadi ibarat bahan bakar buat nyemangatin gue, gue heran yaa.. padahal cuma tulisan, tapi yang jadi pecutan buat gue adalah; “Kok gue berani ya nulis begini?”

Sejujurnya apa yang gue tulis di kertas-kertas itu termasuk hal berat dan mungkin pencapaiannya jangka panjang, yaa tapi seenggaknya mengingatkan, gue perempuan yang banyak keinginan, dan punya tanggung jawab sama diri gue sendiri buat ngewujudin tulisan i

Yaa.. selain hari-hari yang indah di tahun 2017, ada keputusan yang parah yang udah gue ambil, dulu SMA gue berhijab tapi gak gue lanjutin lagi pas gue mulai masuk kuliah.

Trus gue juga punya komitmen buat gak memaki kata-kata kasar pas lagi kesel, marah, ataupun untuk becanda. Komitmen ini gue pegang dari 2012, pas gue kelas 1 SMP, gue gak pernah sama sekali ngomong “Anj*ng lo!”, “Ban*sat”, atau serapah apapun itu, pas itu kalau gue marah, gue diem. Tapi entah di akhir-akhir 2017 atau tepatnya waktu terjun di dunia perkuliahan, komitmen yang gue pegang sedikit pudar karena ternyata ada banyak hal dan teman yang perlu dimaki dalam dunia kampus ini, wkwkwk.


Nah, sekarang gue bingung mau cerita apalagi dan gue bingung harus mengakhiri tulisan ini dengan kata-kata yang bagaimana. Huuuuft.

2017 sisa beberapa hari lagi. Kira-kira ada yang kangen sama tulisan gue di blog ini gak ya? Kalau ada temanku yang baca, kuingin kalian tau sejauh penghujung 2017 ini Adhita Dian masih hidup dengan keadaan sehat dan banyak bahagianya, kalau gak ada teman gue yang baca, yaudah biar nanti gue aja yang baca tulisan gue sendiri. (How sad :()

Sekian dulu ya, pen mandi. Babaaaay.






Dari : Situs Alfi