post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}

Senin, 16 April 2018

April 2018

Sampai pagi ini saya ndak henti-henti ucap syukur.

Allah Maha Baik, saya selalu diberi nikmat semangat dan kebahagiaan dikelilingi orang-orang baik di setiap hari saya. Mungkin ini satu kesalahan juga, dimana saya baru berucap syukur sangat sangat ketika hendak diberi banyak nikmat, tapi dari sini saya pun belajar mensyukuri setiap hal-hal kecil yang terjadi.

Satu perubahan lagi, saya ke kampus bawa mukena (sejujurnya saya emg malas solat😅😂 jangan ditiru) dan kali ini saya hendak dekat dengan Allah, moga aja berlanjut terus. Aaamiiinnnn.

Tengah April ini saya dibanjiri kegiatan dan keinginan.

-Saya harus jadi panitia Tarung Kampus (TARKAM, salah satu proker divisi himpunan saya) tanggal 20 di kampus
-AVC buat acara kartini di CFD Sudirman tanggal 22 April
-Dan kelompok FIM (Forum Indonesia Muda) saya harus kejar project yang tanggal 28 April sudah harus mengumpulkan LPJ, rencananya kami mau buat acara sosialisasi di rusun daerah Kebayoran
-Terlebih penugasan kampus yang jadi kewajiban (bikin majalah; ngeliput isinya, nulis artikelnya, ngedesain layoutnya. Saya bagian ngedesain tapi tetap harus saling backup kekurangan karena minimnya personil.)

Kurang lebih itu gambaran kesibukan saya April ini, pun terpenting dari semua itu saya harus bantu Mama.

Tadinya minggu ini (tanggal 21 April) rekan saya ajak saya nanjak ke Bukit Batu, memang saya ada ingin mau coba beberapa Gunung dulu, sebelum saya wujudkan tiba di Puncak Rinjani. Tapi berdasarkan kegiatan yang saya tulis di atas, saya ndak mungkin berangkat karena tanggung jawab saya. Akhirnya saya pinta Aliban (rekan saya, baca namanya dari kanan) untuk beri saya waktu satu minggu urus kegiatan dan persiapan sebelum mulai nanjak untuk pertama kalinya.

Ini termasuk waktu yang singkat tentu, saya belum punya persiapan apa-apa, dayack atau sepatu gunung saya belum punya, bahkan ongkos pun saya belum pegang, dan saya ndak mau repotkan orang tua saya rogoh kantong untuk sekadar ingin saya.

Lomba cerpen di kampus menjadi alternatif yang saya tempuh, harap-harap menang dan hadiahnya bisa untuk ongkos saya nanjak nanti, sisa-sisanya pun saya usahakan tabung dari uang saku saya, tapi yang berat di sini adalah menahan diri dari danusan teman-teman dan makanan di teteh😔 saya masih suka khilaf parah.😥

Allah Maha Baik.

Sangat baik sama saya. Selesai mata kuliah statistika deskriptif kemarin saya hendak balikan kunci di lantai dua, dan dosen saya panggil saya, saya diminta tolong untuk bantu rapihkan dokumen surat-surat dan arsip. Satu kesenangan bagi saya, dan syukur saya daat kepercayaan untuk rapihkan arsip kampus😄

Pelajaran penggolongan data yang belum pernah saya dapat sebelumnya, dan kali ini saya langsung diajari sama Bu Lastri dan Mas Dodo, bahkan langsung praktik!


Ingat perkataan Robert Kiyosaki dalam bukunya Rich Dad Poor Dad for Teens; "Bekerjalah untuk belajar, bukan memperoleh."

Lain sisi, masih banyak pelajaran yang terus saya tuai. Salah satu dosen ajak saya bantu penelitiannya, dan saya dengan senang hati jawab 'iya'.

Alih-alih lelah, pun saya malah senang dapat belajar hal baru. Bukan kesombongan yang ingin saya tebar di sini, saya hanya senang menulis. Kalau Anda perhatikan mungkim ada perbedaan antara tulisan saya dipostingan kali ini dengan sebelumnya.

Ntah dari penyebutan diri sendiri atau ejaan kata-kata saya. Saya kira tulisan saya berubah seperti ini karena baru-baru ini saya banyak baca buku Chairil Anwar, jadi terbawa😅😂


Jangan kaget kalau setelah postingan setelah ini tiba-tiba saya nulis "gue lo, lah apaan anjir, sumah itu parah banget". Ndak apa, kan, coba tulis berbagai tipe tulisan.

Pun, ndak apa. Besar harap saya kalau-kalau tulisan saya bisa menginspirasi atau sekadar jadi hiburan bacaan.

Payahnua saya adalah, semua ini belum tersusun rapih, baik jadwal, prioritas pun masih berantakan. Niat saya ingin calonkan diri untuk teruskan himpunan, jadi kepala divisi komunitas lanjutkan kak Arza, tapi saya juga masih mau main biola. Oh ya, ujian biola saya kemarin ndak lulus, padahal saya punya biola dari 2014, tapi buku suzuki vol.I aja bagian twikle2 banyak remed :') musik memang butuh kesabaran, toh saya nikmati semua prosesnya sampai nanti yang saya impi-impikan kejadian sungguhan. Saya sadar diri, waktu saya belum total untuk beberapa hal.

Setidaknya yaa ini tambah-tambah sekalian saya isi blog saya ini. Cerita lain akan saya sambung lain hari. Semoga harapan saya diatas satu per satu berjalan baik. Aamiinnnn. Terus semangat.

Salam,
Adhita Dian💕


Dari : Situs Alfi