post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}

Jumat, 20 April 2018

xx

Saya ingat jelas, kala kamu tertawa begitu saya keluar dari toilet perempuan sambil ngedumel, karena kamu intip saya lagi poles bedak dan saya tangkap mata kamu dari cermin di balik pintu yang terbuka sedang memperhatikan saya.

Saya malu kalau dilihat pas lagi dandan, tapi waktu itu kesalnya cuma becanda saja, hehe, dan siapa sangka, kamu keluarkan senyum yang sampai detik ini sulit saya lupa.

Foto box.

Cetakan foto itu sekarang masih ada diselipan buku Ho Chi Min dan Soekarno yang sedang saya baca. Kamu terlihat tinggi di sana, dan saya selalu menduga-duga, pertemuan berikutnya saya akan se-mana kamu.

Memang kadang saya protes sendiri "Kok aku gak tinggi-tinggi yaa?!", di samping itu kamu semakin tinggi. Tau gak, di balik protes itu ada banyak hal yang  saya suka.

Maaf kalau akhir-akhir ini saya banyak bahas kamu, saya juga gak mau kamu ilfeel sama saya jadi tulisan yang saya tulis (ada yang baru satu paragraf) gak akan saya langsung posting, tapi saya archieve.

Hati-hati perjalanannya, ya. Semoga menyenangkan.

Dari : Perempuan Jakarta yang sedang sakit gigi dan rindu sama kamu.



Dari : Situs Alfi